Buku kedua dari serial Lebah Cerdas (sebelumnya Baban Sarbana telah menelurkan “Hati Tak Bersudut”) ini nyaris terjebak menjemukan pembaca seandainya hanya berkisah mengenai pengalamannya selama berkereta api. Penulis menyiasatinya dengan pengalamannya di luar “gerbong kereta” seperti yang tersaji dalam cerita “Supir Taksi yang Komentator”, “Penumpang yang Aneh”, “Tukang Ojeknya Wanita”, dan “Gadis Slow Motion Jaga Kios Ponsel”. Saya jadi tahu kenapa tukang cukur kebanyakan dari Garut dalam “Tintin van Garut”. Saya bahkan ngakak pada cerita “Parung Bingung dan Bantar Kambing”.
Tampilkan postingan dengan label on the road. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label on the road. Tampilkan semua postingan
Kamis, 08 Maret 2012
Langganan:
Postingan (Atom)

